Desentralisasi pendidikan dalam konteks otonomi daerah


Filosofi, legalisasi, dan implementasi desentralisasi pendidikan dalam konteks otonomi daerah
Mohammad Imam Farisi

Reformasi terbesar dalam sistem pendidikan nasional adalah perubahan dalam paradigma pendidikan, yaitu dari paradigma “sentralisme” ke paradigma “desentralisme”. Reformasi sistem pendidikan nasional ini, oleh kebanyakan orang lebih dipahami dan dikaitkan dari sisi “politiklegalistik”. Karenanya, dalam berbagai kajian, seminar, dsb. reformasi sistem pendidikan nasional ini lebih sering dijelaskan dalam konteks “kebijakan otonomi daerah”, yang jelas-jelas sangat politik-legalistik, mengacu pada UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang secara substantif memuat konsep otonomi daerah. Salah satunya adalah otonomi pendidikan dalam bentuk desentrasisasi pendidikan. Padahal, paradigma yang sesungguhnya melatarbelakangi desentralisasi pendidikan lebih bersifat “substantif”, yakni sebagai konsekuensi dari terjadinya reformasi paradigma pendidikan.

Link: http://mfarisiblog.files.wordpress.com/2013/05/04-stai-alkhairat.pdf

Comments are closed.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.894 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: