Guru sebagai pengembang kurikulum pendidikan multikultur: Tinjauan dari Perspektif Epistemologis


Penulis            : Mohammad Imam Farisi
Disajikan di    : Temu Ilmiah Nasional Guru, Jakarta, 24 November 2011
Tautan             : https://utsurabaya.files.wordpress.com/2012/07/ting-iiia.pdf

Abstrak: Sejak pendidikan berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu, secara epistemologis, teori dan praktik pendidikan telah mengalami pergeseran dari paradigma positivisme ke paradigma pospositivisme. Pergeseran paradigma ini berimplikasi lebih jauh terhadap pergeseran peran guru, dari ”pelaksana kurikulum” menjadi ”pengembang kurikulum”. Kurikulum hasil pengembangan guru dikenal sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip ”kurikulum diversifikasi”. Secara epistemologis, kurikulum multikultur merupakan salah satu perwujudan dari prinsip-prinsip kurikulum diversifikasi. Makalah ini mengkaji tentang kurikulum multikultur dan peran guru sebagai pengembang kurikulum ditinjau dari perspektif epistemologis. Makalah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemikiran dan wawasan guru dalam perannya sebagai pengembang kurikulum diversifikasi yang berbasis multikultur.

Kata kunci: guru, pengembang kurikulum, pendidikan multikultur, epistemologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.894 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: