Meneguhkan Kembali Jatidiri Bahasa Indonesia sebagai Kekuatan Integrasi Bangsa: Arah Politik Bahasa Nasional Kontemporer


Penulis            : Mohammad Imam Farisi
Disajikan di    : Seminar Keberbahasaindonesiaan, Pamekasan, 26 Mei 2005
Tautan             : https://utsurabaya.files.wordpress.com/2012/07/bahasa.pdf

Abstrak: Belakangan ini, ruang sosio-kultural dan politik masyarakat Indonesia pekat dengan berbagai persoalan seperti: konflik, vulgarisme, pornografi dan pornoaksi, separatisme, dan semacamnya. Secara tidak disadari, persoalan tersebut sudah memasuki kawasan kebahasaan, dan makin memekatkan persoalan yang ada. Persoalan yang semula ada di ruang sosio-kultural dan politik telah berpindah ke ruang bahasa. Dalam kondisi seperti itu, bahasa Indonesia “telah menjadi tiran”, di mana kaidah-kaidah “efimisme” bahasa Indonesia yang menyediakan prinsip “fatsoen berbahasa”, mengalami distorsi ke arah “desfimisme”. Bahasa Indonesia seakan telah tercerabut dari fungsi dan jatidirinya sebagai “bahasa persatuan” dan “kekuatan pengintegrasi bangsa”.

Kata kunci: jatidiri, bahasa Indonesia, kekuatan integrasi bangsa, arah politik, bahasa nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.894 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: