Menggugah Kesadaran Guru Dalam Pelesterian Kearifan Lokal Pada Era Globalisasi


Penulis            : Wuwuh Asrining Surasmi
Disajikan di    : Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) IV, Jakarta, 24 November 2012
Tautan             : https://utsurabaya.files.wordpress.com/2013/01/wuwuh.pdf

Abstrak: Pendidikan nasional pada saat ini memikul peran multidimensional. Berbeda dengan peran pendidikan pada negara-negara maju, yang pada dasarnya terbatas pada transfer ilmu pengetahuan, peranan pendidikan nasional di Indonesia memikul beban lebih berat. Pendidikan berperan bukan hanya merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan saja, tetap lebih luas lagi sebagai pembudayaan (enkulturisasi) yakni pembentukan karakter dan watak bangsa (nation and character building), yang pada gilirannya sangat krusial, dalam bahasa lebih populer menuju rekonstruksi negara dan bangsa yang lebih maju dan beradab.Tidak perlu disangsikan lagi, bahwa pendidikan karakter berbasis kearifan lokal merupakan upaya serius yang harus melibatkan semua pihak baik keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Oleh karena itu, perlu menyambung kembali hubungan (educational network) yang mulai terputus tersebut. Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal tersebut, tidak akan berhasil apabila antarlingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan.

Kata Kunci : kesadaran guru, kearifan lokal, globalisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.894 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: